Artikel sebelumnya membahas apa itu HIRADC dan posisinya dalam SMK3 — sekarang saatnya menyusunnya. Panduan ini berjalan langkah demi langkah: memecah aktivitas, mengidentifikasi bahaya per kategori, memberi skor dengan matriks 5×5, menetapkan pengendalian yang bisa diverifikasi, sampai contoh tabel jadi yang bisa Anda tiru formatnya hari ini juga.
Langkah 0 — Persiapan: Tim, Format, Kesepakatan Matriks
- Tim per area: supervisor + 1–2 operator senior + fasilitator yang paham metode. Orang lapangan tahu bahayanya; fasilitator menjaga metode.
- Format kolom minimum: aktivitas → bahaya → risiko/dampak → pengendalian yang sudah ada → skor (K × D) → peringkat → pengendalian tambahan → penanggung jawab → tenggat → risiko sisa.
- Matriks disepakati di awal dan berlaku seragam — contoh 5×5 di bawah.
Langkah 1 — Pecah Pekerjaan Menjadi Aktivitas
Daftar aktivitas per area, dengan tiga jebakan yang harus dihindari:
- Terlalu kasar ("produksi") — bahaya spesifik tersembunyi. Pecah: penerimaan bahan, setup mesin, operasi normal, clearing kemacetan, pembersihan, penggantian tooling.
- Melupakan non-rutin. Justru di sinilah kecelakaan sering terjadi: perbaikan, pekerjaan vendor, kondisi darurat, aktivitas tahunan (pembersihan tangki, overhaul).
- Melupakan aktivitas pendukung: forklift di gudang, pekerjaan kantor (ergonomi, listrik), keamanan, kantin bila dikelola sendiri.
Langkah 2 — Identifikasi Bahaya per Aktivitas
Untuk tiap aktivitas, telusuri lima kategori — gunakan sebagai daftar pancingan dalam workshop:
| Kategori | Contoh pertanyaan pancingan |
|---|---|
| Fisik/mekanik | Bagian bergerak? Ketinggian? Listrik? Permukaan panas? Kebisingan? Benda tajam/jatuh? |
| Kimia | Bahan apa yang disentuh/terhirup? Ada LDK-nya? Uap, debu, kabut? |
| Biologis | Kontak dengan orang sakit, limbah, hewan, air menggenang? |
| Ergonomi | Angkat manual berapa kg? Gerakan berulang? Postur janggal? Durasi berdiri/duduk? |
| Psikososial | Kerja malam/shift? Sendirian? Tekanan target? Kelelahan? |
Tulis bahaya spesifik dan bergambar: bukan "terjepit", melainkan "tangan terjepit roller conveyor saat membersihkan kemacetan dalam kondisi mesin menyala". Kalimat spesifik menuntun ke pengendalian spesifik.
Langkah 3 — Nilai Risiko dengan Matriks 5×5
Skor risiko = Kemungkinan (K) × Keparahan (D). Definisi yang bisa Anda adopsi:
| Skala | Kemungkinan (K) | Keparahan (D) |
|---|---|---|
| 1 | Sangat jarang — hampir tidak pernah terdengar di industri | P3K ringan, tanpa hilang jam kerja |
| 2 | Jarang — pernah terjadi di industri sejenis | Perawatan medis, tanpa hilang hari kerja |
| 3 | Mungkin — pernah terjadi di perusahaan ini | Hilang hari kerja (LTI) |
| 4 | Sering — terjadi beberapa kali per tahun | Cacat sebagian permanen / rawat inap serius |
| 5 | Hampir pasti — terjadi berulang bila tidak dikendalikan | Fatal / cacat total / korban banyak |
Peringkat dari hasil kali: 1–4 rendah (kelola dengan pengendalian yang ada), 5–9 sedang (perlu perhatian, jadwalkan perbaikan), 10–15 tinggi (pengendalian tambahan wajib, prioritas), 16–25 ekstrem (hentikan aktivitas sampai terkendali).
Langkah 4 — Tetapkan Pengendalian (Ikuti Hierarki)
Untuk risiko sedang ke atas, tanyakan berurutan: bisa dihilangkan? diganti yang lebih aman? direkayasa (guard, interlock, ventilasi, platform permanen)? Baru kemudian administratif (prosedur, izin kerja, JSA, pelatihan, rotasi) dan terakhir APD. Setiap pengendalian tambahan wajib punya penanggung jawab dan tenggat — tanpa dua kolom itu, HIRADC berubah menjadi daftar harapan.
Terakhir, nilai risiko sisa (skor setelah pengendalian tambahan terpasang) untuk memastikan turun ke tingkat yang dapat diterima.
Contoh Tabel HIRADC (Cuplikan Area Gudang)
| Aktivitas | Bahaya | Risiko | Pengendalian ada | K | D | Skor | Pengendalian tambahan | PJ / tenggat | Sisa |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pengambilan barang rak tinggi dgn forklift | Tertabrak forklift di persimpangan lorong | Pejalan kaki cedera berat | Klakson di tikungan (tidak konsisten) | 3 | 4 | 12 (Tinggi) | Pemisahan jalur pejalan (rekayasa), cermin cembung, aturan kecepatan, refresh pelatihan operator | Ka. Gudang / 30 hari | 2×4=8 |
| Penurunan barang manual dari palet | Angkat beban >20 kg berulang | Cedera punggung | — | 4 | 3 | 12 (Tinggi) | Hand pallet/trolley (rekayasa), batas angkat & teknik mengangkat (administratif) | Spv Shift / 14 hari | 2×3=6 |
| Pembersihan lampu gudang (non-rutin) | Jatuh dari ketinggian ±6 m | Fatal | Tangga biasa | 3 | 5 | 15 (Tinggi) | Wajib izin kerja ketinggian + full body harness + scaffold/manlift; petugas terlatih — lihat K3 ketinggian | HSE / sebelum pekerjaan berikutnya | 1×5=5 |
Langkah 5 — Hidupkan: Verifikasi, Sosialisasi, Tinjau
- Verifikasi lapangan: setiap pengendalian "ada" dicek benar-benar ada; setiap pengendalian tambahan dipantau sampai terpasang.
- Sosialisasi: tiap area memahami risiko dan pengendalian di areanya — jadikan materi training awareness dan briefing harian.
- Tinjauan: berkala (tahunan) + setiap pemicu: proses baru, insiden, perubahan layout. Cantumkan tanggal dan hasil tinjauan pada dokumen — bukti favorit auditor bahwa HIRADC Anda hidup.
Ringkasan
- Alur: pecah aktivitas (termasuk non-rutin!) → identifikasi bahaya 5 kategori → skor K×D matriks 5×5 → pengendalian berhierarki dengan PJ & tenggat → risiko sisa.
- Tulis bahaya spesifik; nilai berdasarkan kondisi nyata hari ini, bukan rencana.
- HIRADC selesai bukan saat tabel penuh, melainkan saat pengendaliannya terverifikasi di lapangan dan dokumen ditinjau rutin.